Saturday, 2017-11-18, 8:45 PM
Majalah Samudra-Online
Welcome Guest | RSS
Site menu
News topics
Opini [5]
Kumpulan Opini Majalah Samudra
Lintas Samudra [0]
Berita singkat kelautan dan perikanan
Kolom Samudra [3]
Kumpulan Kolom Majalah Samudra
Iptek [3]
Kumpulan artikel ilmu pengetahuan teknologi kelautan dan perikanan
Budidaya [3]
Kumpulan artikel budidaya perikanan
Lingkungan [5]
Kumpulan artikel lingkungan
Our poll
Bagaimana Perkembangan Sektor Kelautan dan Perikanan Menurut Anda?
Total of answers: 12
Main » 2009 » January » 13 » Mengemas Ternate Sebagai Water Front City
Mengemas Ternate Sebagai Water Front City
1:50 PM
Oleh : wiko Rahardjo
 
 Kota Ternate sedang berias untuk menjadikan dirinya sebagai Kota Pantai (Water front city). Kota ini menjanjikan lahan peluang yang sangat besar. Potensi apa saja yang tersimpan ?

           

Bagi anda yang pertama kali mengunjungi Kota Ternate, Maluku Utara, niscaya langsung berdecak kagum ketika turun dari pesawat dan menyapu pandangan ke sekitar Bandara Sultan Babullah. Bandara ini diapit oleh dua lanskap pemandangan yang begitu mempesona.

Di satu sisi, Gunung Gamalama yang hijau megah menjulang tinggi, sementara ketika mengalihkan pandangan ke sisi lain, terhampar deretan Pulau Halmahera yang menyiluet tenang di tengah laut biru. Di sini, kekaguman anda tak akan berhenti.

Banyak sekali tempat-tempat di Ternate yang bisa memanjakan mata anda. Lebih jauh berjalan ke tengah kota, anda bisa mengunjungi Kedaton Sultan, Benteng Tolloko, Benteng Orange, Benteng Kalamata, Kastela, Danau Tolire, hingga Pantai Sulamadaha.

Kota Ternate memang sarat akan tempat-tempat wisata. Mulai dari wisata alam pegunungan, pantai, hingga wisata budaya dan sejarah. ”Dari potensi inilah kami ingin membentuk Ternate sebagai kota tujuan wisata bagi wisatawan lokal dan asing,” ujar H. Syamsir Andili, Walikota Ternate awal Agustus lalu.

Secara Yuridis, berdasarkan Undang-Undang No.11 tahun 1999, tanggal 27 April 1999 status Kota Ternate dari Kota Administratif (Kotip) ditingkatkan dan menjadi Kotamadya. Luas seluruh wilayah Kotamadya Ternate adalah 5.681,30 Kilometer persegi (km2). Wilayah ini mencakup wilayah Perairan seluas 5.457,55 Km2,  wilayah Daratan dengan luas 133,74 Km2.

Wilayah daratannya mencakup Pulau Ternate (92,12 Km2), Pulau Hiri (7,31 Km2), Pulau Moti (17,72 Km2), Pulau Mayau (8,5 Km2), Pulau Tifure (7 Km2), Pulau Makka (0,5 Km2), Pulau Mano ( 0,05 Km2), dan Pulau Gurida (0,55 Km2).

Dari segi ekonomi, kedudukan kota Ternate sebagai pusat pemerintahan dan pusat perdagangan memang tergolong sangat strategis. Berada di wilayah pesisir timur Pulau Ternate, menyebabkan kota Ternate memiliki peranan yang sangat penting dalam jalur ekonomi perdagangan lintas Halmahera.

Di samping itu, letak pulau Ternate dekat dengan kota Manado ibukota Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Posisi strategis yang berhadapan dengan kawasan Dodinga, sebuah persimpangan jalan di Pulau Halmahera yang menyebabkan kota ini berkembang dalam lajur perdagangan di daerah Maluku Utara.

”Dari potensi inilah kami menawarkan agar Ternate dikembangkan sebagai kota pantai (water front city),” jelas Syamsul Ma’arif, Direktur Jenderal Kelautan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, Departemen Kelautan dan Perikanan (Dirjen KP3K-DKP), dalam kunjungannya ke Ternate awal Agustus lalu.

            Konsep seperti ini menurutnya sudah berhasil dikembangkan Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Yaitu dengan membangun Pantai Losari sebagai Trade mark kota Makassar itu sendiri. ”Jadi jika orang ingat Pantai Losari maka akan ingat Makassar,” jelas Syamsul.

Ternate sendiri sudah memiliki lokasi pantai yang identik sebagai pusat berkumpulnya warga. Yaitu terletak di wilayah Sewiring. Dari pantai ini anda bisa melihat kemegahan Pulau Maitara dan Tidore yang diabadikan dalam sebuah lembaran uang seribu rupiah.

Laju perekonomian di sekitar lokasi tergolong cukup tinggi. Deretan toko-toko yang menyajikan beraneka ragam dagangan dan makanan khas Ternate tersedia di sepanjang dermaganya.

Pemerintah Kota Ternate sendiri sudah berupaya mengembangkan wilayah tersebut. Yaitu dengan mereklamasi pantai sepanjang hampir 5 km. Wilayah tersebut selanjutnya dikenal dengan kawasan Boulevard.

Di kawasan ini, meskipun sudah banyak berdiri rumah-rumah toko dan hotel, namun masih terbuka lebar peluang investasi untuk kegiatan ekonomi yang sangat besar. ”Kawasan Boulevard merupakan pintu gerbang perekonomian Ternate,” ujar Ferrianto Djais, Direktur Tata Ruang Pesisir, Ditjen KP3K-DKP.

DKP sendiri sudah mengantongi beberapa titik strategis yang menjadi prioritas pendukung pengembangan waterfront city di Ternate. Antara lain Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Dufa-dufa, Pelabuhan Kedaton, Boulevard, Masjid Raya, Kios Pasar dan Terminal Angkot, Pelabuhan Barang Ahmad Yani, Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN), Pelabuhan Umum Bastion, dan lokasi wisata pantai.

Ada tiga misi pembangunan yang akan dilaksanakan di Ternate. Yaitu menjadikan Ternate sebagai Kota Pantai, Sebagai kota perdagangan dan wisata, dan sebagai kota budaya.

”Masalah utama yang harus diperhatikan sebelum pelaksanaan misi tersebut adalah dengan memperhatikan faktor lingkungan dan masyarakat pesisir,” jelas Drs. Masik Ibrahim Msi, Kepala Badan Lingkungan Hidup Ternate. Maklum selama ini kondisi tata ruang pesisir di wilayah pesisir Ternate memang belum tertata dengan teratur.

Sementara itu dari pihak keamanan laut, menyarankan adanya ruang khusus bagi pangkalan kapal-kapal patroli. ”Selama ini kami kesulitan menyediakan tempat nbagi kapal-kapal kami mengingat kegiatan patroli laut sangat penting di perairan Maluku utara,” ujar Kol. Laut. Tedi Risnayadi, Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Maluku Utara.

Karena itu dalam pelaksnaan program pengembangan Ternate sebagai waterfront city perlu dilakukan beberapa rencana aksi sebagai koridor pembangunan. Antara lain pengelolaan kebersihan lingkungan, pengembangan dan pengelolaan kawasan pelabuhan, penataan kawasan permukiman, penataan kawasan khusus, dan penataan kawasan wisata pantai.

”Jika pengembangannya sudah sesuai yang direncanakan, ke depannya Ternate saya yakin akan menjadi daerah tujuan bagi investasi maupun wisata,” kata Ferrianto Djais.

 

 

           

 

 

 

Category: Lingkungan | Views: 2446 | Added by: Redaksi | Rating: 3.0/1 |
Total comments: 0
Name *:
Email *:
Code *:
Login form
News calendar
«  January 2009  »
SuMoTuWeThFrSa
    123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
Search
Site friends
Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x
Copyright MyCorp © 2017Website builderuCoz